Pernah lihat tanaman aneh ini ?

image

Assalamualaikum… Hai anomers ? Sebelumnya Abah mengucapkan minal aidzin walfa’idzin Mohon maaf lahir dan batin ya, siapa tau ada dosa anomers ke abah, abah sudah maafkan koq ๐Ÿ˜€ ikikikiki


Hari kemarin tepatnya jam 17:00, abah yang sedang keadaan sakit di jenguk oleh sahabat abah Kang Didan Setyawan, nah tanpa banyak basa basi beliau menginfokan bahwa telah menemukan sebuah tanaman Pohon karet dengan keadaan fisik tak wajar.

image

Lokasi temuan pohon aneh ini berada di sebuah Lapang bola jalak caringin kampung Cikowak Desa murnisari Kecamatan mande Kabupaten Cianjur. Penemu tanaman ini sendiri adalah Kang Deni Suherlan seorang Guru Sekolah Madrasah Aliyah Assasutarbiyah mande.
Menurut penuturan kang Didanย  bahwa penemuan pohon ini berada di pojok Lapang Dekat sebuah pohon beringin, saat kang didan dan kang deni berjalan jalan ke lapangan bola, kang deni melihat ada keanehan pada sebuah pohon karet setinggi 10meter yang berdampingan dengan pohon beringin di pojok lapang,pertama melihat pohon ini beliau menebak nebak “ini kaktus”. oh ya tanaman ini sendiri berada di puncak pohon karet setinggi 10meter tersebut.

image

Bentuknya aneh, lebih mirip kaktus daripada pucuk puncak pohon karet, warnanya hijau layanya pigment klorofil sebuah daun, fisilnya kalau di tela’ah seperti salah satu unggas (ayam).

Sedikit informasi:
Pohon karet para pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Setelah percobaan berkali-kali yang dilakukan oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan. Sekarang Asia merupakan sumber karet alami.
Lebih dari setengah karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer.
Morfologi Tanaman Karet
Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea brasiliensis. Tanaman ini merupakan sumber utama bahan tanaman karet alam dunia. Jauh sebelum tanaman karet ini dibudidayakan, penduduk asli di berbagai tempat seperti:
Amerika, Asia dan Afrika Selatan menggunakan pohon lain yang juga menghasilkan getah. Getah yang mirip
lateks juga dapat diperoleh dari tanaman
Castillaelastica family Moraceae.
Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks . Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20 cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10 cm. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul.
Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jumlah biji berkisar tiga dan enam sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dengan kulit keras. Warnanya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Sesuai dengan sifat dikotilnya, akar tanaman karet merupakan akar tunggang.

image

lastly, keanehan pada pohon kadang terjadi saat masa awal pertumbuhan yang di pengaruhi iklim,cuaca, kontur tanah, perawatan dan juga faktor X,
Subhanallah maha besar Allah dengan segala ciptaannya ๐Ÿ™‚
Sekian dan terima kasih, Wassalamualaikum.

Iklan

Tentang Anomoto69 (anjay racing team)

this is life! you pull a little power and see? what speed are you able to?
Pos ini dipublikasikan di Bewara dan tag , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Pernah lihat tanaman aneh ini ?

  1. ndesoedisi berkata:

    anjaaaayyyyyy… bingung maca artikel teh maksudna naon ? ๐Ÿ˜†

    Suka

  2. khsblog berkata:

    tak pikir sing nanam kakek ๐Ÿ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s